search gaulislam.com archives
Revolusi Diri, Revolusi Negeri
Afwan bin sorry alias punten binti maaf. Halah, nih bahasa campur-aduk kayak gado-gado. Lho kok kenapa kata-kata di awal kalimatnya ujug-ujug alias tiba-tiba minta maaf? Begini ceritanya. Meski mungkin nggak ada hubungannya (lho?). Minta maaf ini sebenarnya ditujukan kepada redaktur gaulislam yang udah bela-belain bikin tulisan. Hingga ditungguin di akhir deadline, tapi kemudian pagi hari menjelang dicetak malah diganti dengan tulisan baru. Sebabnya, tema yang hendak kita bahas sekarang ini lebih ‘seksi’, lebih bikin ngiler dan bikin jakun kamu turun-naik menelan ludah (*lebay!)
Lebay? Hehehe.. nggak juga sih. Nggak apa-apa akan menggunakan istilah dan bahasa yang kayak penggambaran pada alinea di atas? Apa yang bikin saya, sebagai.........
editor gaulislam, mengubah tema tulisan? Karena eh karena seminggu terakhir ini marak unjuk rasa mahasiswa dan juga elemen masyarakat yang menolak rencana kenaikan BBM (yang mungkin saja ketika tulisan ini terbit di buletin kesayangan kamu pada 2 April 2012 udah ada keputusan dari pemerintah: dibatalkan atau ditetapkan kenaikan harga BBM tersebut, dan kamu udah tahu kan jawabannya sekarang).
Bro en Sis, terlepas dari itu semua, yang bikin saya geregetan untuk menulis tema ini adalah karena tergelitik dengan istilah revolusi. Contoh misalnya: “BBM Naik, SBY Turun”, “Ganti Sistem Ganti Rezim”, dan slogan-slogan lainnya yang bernada revolusi. Wah, gaulislam ngomongin politik dong? Lho, emangnya nggak boleh? Emangnya tabu? Remaja nggak berhak ngomongin dan aktif berpolitik? Ooppss.. jawaban atas pertanyaan itu mudah saja. Ngomongin politik dan beraktivitas politik bagi remaja ya boleh-boleh saja. Nggak tabu. Emangnya yang umumnya dilakukan bagi remaja cuma ngomongin pacaran, ngebudah soal musik, ngobrol ampe dower soal gaya hidup kaum seleb? Nggak lah. Remaja kudu cerdas, remaja harus serius juga (meski dengan gayanya yang khas remaja), plus jadi remaja beriman dan giat berdakwah serta berprestasi di sekolah. Wuih, ideal bin keren lah. Ya, memang demikian harusnya, mumpung masih muda kudu nunjukkin kalo remaja adalah agent of change (agen perubah). Apa yang harus diubah? Banyak. Ubah diri kita yang tadinya malas jadi rajin, ubah kebiasaan buruk ngerokok jadi antirokok, ubah kelakuan yang doyan maksiat jadi remaja taat syariat. Semoga ya. (more…)
0 Comments
“Tragedi Girlband Berkerudung”
Alhamdulillah ketemu lagi nih dengan sobat gaulislam semua ya. Sekarang, gue bakal ngulik soal ‘pick the band’ acara ajang adu bakat BoyGirl Band Indonesia alias BGBI yang sempat tayang di sebuah stasiun televisi swasta . Hmm, mungkin menurut kamu rada basi yah cos acaranya udah kelar bahkan pemenangnya pun udah terpilih. Tapi better late than never dah. Daripada kalo nggak pernah dibahas malah jadinya nggak ngeh gimana seharusnya muslimah berekspresi seni namun tetep syar’i. Setidaknya acara yang pernah ada itu, pas sekarang dibahas di buletin kesayangan kamu, ke depannya nggak akan terulang lagi, dan kamu juga udah punya pemahaman Islam jika suatu saat ajang sejenis muncul lagi. Sehingga kamu bisa menilai baik-buruknya, benar-salahnya, terpuji-tercelanya sesuai standar syariat Islam. Betul?
Ya, betul. Lho, kok gue jawab sendiri? Hihihihi… bukan lagi kumat lho, tapi emang lagi senewen. Halah! Sama aja ya. Maksudnya, kamu insya Allah punya jawaban yang sama dengan gue. Bukan kegeeran lho. Sori ya banyak candanya, gue emang kadang suka error kalo lagi “on” penuh semangat buat cerita. Hah?
Hanya permainan bisnis
Semua juga tahu kalo acara ‘pick the band’ BGBI ini sebenarnya arus latah dari K-wave yang lagi melanda blantika musik yang nggak cuma di Asia, tapi nyaris dunia (baca: go international). Acara BGBI yang dipresenter oleh Andhika Pratama plus dilengkapi para ‘judge’ mulai dari Melly Goeslaw (inget BBB deh), Maia Estianti (inget PASTO deh), Kevin Aprillio (inget PRINCESS deh), Dewi Sandra (wah… inget siapa ya? SUNNI dong!) (more…)
Bahagia Tanpa Narkoba
Sobat muda muslim, di jaman sekarang ini siapa sih yang tak pernah mendengar istilah narkoba? Semua tentu sudah pernah mendengarnya. Kecuali memang balita yang masih belum ngerti omongan. Atau mungkin juga orang tua yang sudah sering lupa ingatan alias pikun hehehe. Narkoba itu sendiri sebenarnya adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif.
Mungkin kamu akan bertanya, apa sih Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif itu. Narkotika adalah semacam zat yang berasal dari tanaman atau juga selain tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Sedangkan Bahan Adiktif ialah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat. Fakta tentang narkoba seperti ini jelas bahwa narkoba merusak fisik penggunanya.
Namun yang pasti, jangan sampai karena mendengar istilah narkoba, kamu lalu jadi penasaran, ingin tahu lebih jauh, dan akhirnya nyobain barang haram itu. Waduh, jangan dong. Sebab, di awal-awal, rasa penasaranlah yang biasanya mendorong seseorang untuk mencoba menggunakan barang haram ini. Mulanya penasaran, lama-lama ketagihan, hmm. Awas! (more…)
Berdakwah di Dunia Maya
Bro en Sis, di jaman serba canggih ini, dakwah bisa disampaikan dengan banyak cara. Bahkan dirasa cukup efektif juga lewat dunia maya. Meski sebagai penunjang, tapi efeknya bisa sangat dahsyat. Apalagi kini internet jadi ‘makanan’ sehari-hari bagi penduduk kota. Cobalah!
Pembaca setia gaulislam, di sini saya ingin ngajak kamu semua untuk memanfaatkan teknologi itu dalam menunjang dakwah kita. Sebab, dakwah itu sendiri kan artinya menyampaikan. Nah, sarana untuk menyampaikannya bisa dengan lisan, bisa juga dengan tulisan. Dakwah via tulisan, bisa dengan memanfaatkan SMS, bisa via e-mail, dan tentunya bisa juga dengan menampilkan tulisan kita di website. Pembacanya, tentu para pengunjung website (bukan pengunjung dukun, halah, lebay!).
Nggak usah khawatir, sekarang internet udah jadi kebutuhan harian sebagian besar masyarakat perkotaan. Sehingga mereka akan senantiasa mencari informasi apa pun dari internet. Saat ini, jutaan website dan blog udah wara-wiri di dunia maya. Menawarkan banyak gagasan dan ide. Termasuk menampilkan ragam foto. Banyak website dan blog yang menjadi penyambung kemaksiatan dan kejahatan, tapi nggak sedikit juga website yang menyampaikan hal yang bermanfaat untuk kehidupan dan juga menyampaikan dakwah Islam. Percayalah.
Kalo pengen bukti, silakan geber mesin pencari (search engine) untuk mencari website berisi informasi Islam. Insya Allah banyak. Ada yang memang komersial seperti situs berita Islam, tapi banyak juga informasi Islam yang dipajang di situs pribadi dan bebas iklan. Semuanya bisa diakses. Artinya, kalo kita majang pesan-pesan dakwah di website, insya Allah akan dibaca banyak orang. Nah, siapa tahu informasi dakwah yang kita tampilkan di website tersebut akan bermanfaat dan bukan tak mungkin pula jika kemudian menyadarkan orang untuk gemar berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Oke nggak sih kalo kayak gitu? So, yo ayo berlomba nampilin tulisan di website dan blog. Kita manfaatkan teknologi internet ini. Semangat! (more…)
Muhasabah Yuk!
What is a Muhasabah? Halah, nih nanyanya pake bahasa campur-campur segala. Inggris dan Arab. Hehehe.. nggak apa-apa, selama kamu semua ngerti. Ya, apa sih yang dimaksud dengan muhasabah? Ikuti tulisan di gaulislam edisi 228/tahun ke-5 ini ampe tuntas ya.
Bro en Sis, Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr [59]: 18)
Ayat ini merupakan isyarat untuk melakukan muhasabah setelah amal berlalu. Karena itu Umar bin Khaththab ra berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab” (Ibnu Qudamah, Minhajul Qashidin (terj.), hlm. 478)
Sobat muda muslim pembaca setia gaulislam, muhasabah di sini artinya senantiasa memeriksa diri kita sendiri. Sudah sejauh mana sih yang kita raih dalam beramal baik. Sudah banyak nggak pahala yang kita perbuat, atau jangan-jangan malah sebaliknya kedurhakaan yang mengisi penuh pundi-pundi amal yang bakalan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah? Aduh, naudzubillahi min dzalik!
Jangan sampe suatu saat kita hanya bisa menyalahkan orang lain yang kita tuduh nggak mengingatkan kita dari berbuat maksiat, padahal kita yang nggak mau diingatkan dan malah menyalahkan yang mengingatkan kita. Kalo itu yang kita lakukan berarti kita udah ngelakuin argumentum ad hominem, lho. Buruk muka cermin dibelah tuh. (more…)
Warning Buat Cowok Playboy
Ah, punya gandengan sebiji, sekarang mah udah ketinggalan jaman. Nggak heran dong kalo anak cowok punya banyak koleksi ‘sephia’. Hati-hati, jangan sampe kamu termasuk aktivisnya.
Bro en sis, jaman berubah, cerita cinta pun bertambah heboh. Kisah romantis dua sejoli, rasanya udah nggak laku lagi. Berganti dengan kisah petualangan cinta yang lebih seru. Kalo kamu nonton sinetron-sinetron remaja di televisi, rasanya mudah untuk menemukan kisah cinta ‘keroyokan’. Sang cowok punya banyak cewek yang jadi kekasihnya. Entah siapa yang benar-benar menjadi kekasih sejatinya. Karena semua wanita menjadi idamannya. Hehehe.. ini sih namanya cowok tipe setia alias ‘setiap tikungan ada’ cewek gacoannya. Jengkang!
Hmm… jangan salah, dalam kehidupan nyata pun kebiasaan seperti itu boleh jadi udah melekat erat, alias nggak bisa dipisahkan dari budaya kita. Orang kate, seperti sudah tradisi. Bener. Sebab, nggak berlebihan dong kalo kenyataan itu udah jadi legalitas formal yang aktivisnya tak perlu merasa kudu disalahkan. Hasilnya, kini tumbuh subur para petualang cinta karbitan. Ada yang memang jalan hidup, tapi nggak sedikit juga yang cuma iseng doang.
Sobat muda muslim pembaca setia gaulislam, kalo dipikir-pikir, kenapa sih anak cowok doyan ngelaba alias jadi playboy? Repot nggak sih ngatur jadwal wakuncarnya? Kalo pertanyaan ini ditujukan untuk kaum cowok, bukan berarti anak cewek pada alim semua. Ada aja sih satu atau dua (ribuan, hehehe) mah anak puteri yang begitu. But, dibanding sepak terjang anak cowok, anak puteri masih kalah jauh prestasinya dalam urusan ngelaba ini. (more…)

